GATE WAY TO TRULY HEAVEN

21/02/11

serba salah

Dengarkanlah Saudaraku
Islam memanggil jiwamu
Islam memanggil jiwamu tuk kembali
Kembali pada bingkai garis kemuliaan para Syuhada
Kembali pada generasi Qur’ani yang istimewa
Yang wataknya tak dapat dipisahkan dari Al Qur’anul Karim
Yang cerminnya bertumbuh bersama originalitas kekasih Alloh teralim, Muhammad SAW


Kadang, kita menyamakan antara perbuatan ‘salah’ satu orang dengan orang lain. Sedikit cerita, saat nabi Muhammad bermuka masam kepada salah seorang umatnya yang buta ketika mendakwahi pembesar mekkah , perbuatan ini langsung ditegur oleh Allah. Karena apa, karena Allah sebegitu sayangnya kepada baginda Rasullullah. Dan kita tentu tahu akan umar alfaruq, salah satu sahabat rasullullah juga. Pernahkah umar bermuka masam, sering. Namun, kadar mereka berbeda. Tak bisa kita samakan bukan. Tentu saja kadar dari kedua orang tersebut beda, antara nabi dan sahabatnya. Tingkat melakukan kesalahan dan kemaksiatan pun beda.

Sebagian dari kita juga tentu tahu akan kisah imam syafii, saat beliau lupa hafalan-hafalannya, setelah ditelisik penyebabnya adalah belum melakukan tilawah pada hari tersebut, subhanallah. Begitulah jika Allah sudah sayang pada hamba-Nya. Tentu tak bisa disandingkan dengan kita, yang jika lupa belum melakukan tilawah, hafalanya masih ada. Pastinya bukan karena kita lebih istimewa.

Memang, setiap pangkal dari apa yang dipaparkan diatas adalah kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Semakin Allah sayang, semakin cepat dan tepat balasan yang Allah berikan. Setidaknya kita harus bertanya ketika secara sadar telah melakukan kemaksiatan, kira-kira kapan dan bagaimana Allah akan membalasnya, lebih-lebih jika tidak diiringi taubat. Dan kita tentu paham, hal terpahit dan tersakit adalah ketika balasan yang kita diterima dieksekusi diakherat kelak, dipepes setengah mateng di neraka. Naudzubillah.

Berbeda memang, tingkat kemaksiatan diantara manusia-manusia sekarang. Muslim tentu saja tidak bisa mengkomparasikan dengan nonmuslim. Salah kaprah ketika kita membandingkan tingkat kemaksiatan kita dengan mereka. Parameternya beda gitu.
Misalnya saja,Bagi si A, tidak tilawah dalam 1 hari mungkin sudah masuk bentuk maksiat kepada Allah. Bagi si B, mungkin hal yang biasa saja. Bagi si C, membuat status ga penting di facebook atau komen-komen ga penting merupakan bentuk maksiat pada Allah, ada pula yang mempunyai batasan, buka facebook pun adalah bagian dari maksiat kepada Allah. berbeda-beda memang. Ada juga yang tingkat pengenalan dalam maksiat sudah melangit. Seperti, dianggap melakukan kemaksiatan ketika waktu yang ada tidak digunakan dalam kebaikan, dan harapannya kita menginginkan juga tingkatan yang seperti ini, implementasinya mungkin dalam doa kita kepada Allah. Tinggal minta sih intinya.

Dan akhirnya, mari kita coba merefleksikan kepada diri sendiri, sudah sampai tingkat seperti apa kita menganggap suatu perbuatan adalah kemaksiatan. Sekaligus meminta agar senantiasa dilembutkan hati agar peka terhadap bentuk-bentuk kemaksiatan yang ada, yang memang kadang tampak samar, terbiaskan maksiat itu sendiri.

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Annisa:17)

(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.(attaghabun:9)

Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(annahl:119)

Label:

Posted by GATE WAY TO TRULY HEAVEN at 06.02

18/02/11

Rahasia Antara Aku dan Tuhan

Entah sudah berapa lama
Kecenderungan rasa itu ada
Mungkin engkaupun tahu
Ada yang berbeda dalam hatiku

Lama kita takkan bertemu
Pastinya ada yang sanggup mengganti diriku dihatimu
Akankah ada yang sanggup mengganti dirimu dihatiku
Hanya Sang Pemilik hati yang tahu


Pastinya engkau akan aku rindukan
Layaknya semesta yang merindukan cahaya
Tak akan lagi ada seperti dirimu
Benar-benar mengalihkan sebagian duniaku

Kiranya engkau disana akan baik-baik saja
Bertambah bijaksana dan berwawasan dunia
Pribadi tetap shaleha bertahtakan akhlak yang indah
Standar kebaikan hanya islam yang mulia

Segala doa terbaik senantiasa untukmu
Kiranya hal yang sama engkau lakukan untukku
Berharap doa-doa terbaik kita berpilin dan bertemu
Dan biarkan sebagian doa menjadi rahasia aku dan Tuhanku

Label:

Posted by GATE WAY TO TRULY HEAVEN at 06.23

Karena Islam Adalah Fitrah

Prestasi terbesar saya adalah menjadi seorang muslim. M.Ali (juara dunia tinju)

Belum bisa sebangga dia,..TT




Seandainya saja tuhan,akherat,surga neraka dan yang semacamnya tidak ada, kita bebas dan bisa melakukan apa saja, yang baik masih tetap menghormati individu yang lain,yang belum baik ya berbuat sekehendak nafsunya.

Namun, apakah yang membuat kita percaya?

apakah yang membuat kita yakin akan adanya hal-hal tersebut di atas??

Apa yang membuat kita yakin, akan adanya sang maha pencipta??



Dengan segala karunianya kita diberikan akal,ya akal,berbeda dengan makhluk lain, yang sudah tau kepada apa atau siapa mereka patuh dan menyembah. manusia diberikan plihan untuk memilih kepada apa atau siapa mereka menyembah,kepada yang satu atau yang lebih dari 1,kepada yang tak terlihat namun terasa, ataukah kepada yang terlihat namun tak merasa, terserah.



dengan akal kita bisa melihat dan merasakan tanda-tanda kemahaaNya,dengan akal kita bisa merenungkan berbagai penciptaan, bintang-bintang, bulan,langit dan bumi yang memang dahsyat tiada cela.

dengan akal pula, kita bisa menyelami samudra kasih sayang yang telah diberikanNya.

dan karena akal pulalah kita nanti diminta pertanggungjawaban atas segala yang telah diperbuat.

bukankah selayaknya kita percaya akan adanya sang pencipta, akan eksistensi sebuah kekuatan luar biasa yang kita sebut sebagai tuhan?? Sungguh tidak wajar jika kesimpulan yang diperoleh adalah kebalikannya.



setelah mengetahui adanya tuhan,..bagaimana kita bisa menyembahNya?

bagaiman kita bisa mengagungkanNya?

bagaimana kita bisa mencintaiNya??



ataukah kita tidak perlu melakukanya???

alasan apa jika tidak perlu?

padahal kita menginginkan kemuliaan dariNya,

padahal kita menginginkan balasan terbaik dariNya,

padahal kita menginginkan cintaNya...



The only answer is,..Agama,..

benar...hanya dengan agamalah kita bisa tau tatacara melakukan hal-hal di atas...agama yang dibawa oleh para pesuruh tuhan dan para nabi...bukan agama yang dibuat sendiri.



Kemudian,dari sekian banyak agama yang ada,mana yang hrus kita 'pilih' dan 'konsekuen' terhadap pilihan kita???



haruskah memilih 1 agama,2 atau lebih, atau menyamaratakan semuanya, semua penganut agama yang baik akan masuk surga dan selebihnya domisili di neraka. antara yang menyembah 1 tuhan,dengan yang menyembah banyak tuhan,..terserah...



silakan cari sendiri. cari sejarah serta nilai kebaikan yang terkandung dalam agama tersebut...lalu pilihlah!

Dan kembalikan jawabmu pada hati...dengan terlebih dahulu mensucikan hati dari segala kotorannya.



dan Jika jawabmu adalah ISLAM...



SELAMAT!!!

Engkau adalah salah satu makhluk berakal beruntung di dunia,..yang mudah-mudahan bisa melihat amal baiknya di akherat.



"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS 30:30)

Label:

Posted by GATE WAY TO TRULY HEAVEN at 06.18

15/02/11

Pengen masuk pintu itu, Arroyyan...


Bismillahirrahmanirrohim,..

Beberapa waktu kemaren, sempet ngepost juga tentang puasa, karena tuh postingan ceritanya adalah resume, jadi ya ga bisa ditambahin komen-komen seenaknya sendiri. Jadi sekarang pengen sedikit cerita, dari sudut pandang sendirinya tentang puasa, especially puasa sunnah.

Tahukah kawan, nabi Muhammad meninggal dalam keadaan berpuasa?? Dalam keadaan sakit menjelang kematiannya, nabi masih berpuasa. Coba kawan-kawan bayangkan, seseorang yang dalam keadaan ‘kritis’ masih saja bersemangat untuk berpuasa, lah kita yang sehat malah niatan puasa aja ga.

Tapi itukan nabi fer??
Bener banget, Muhammad bin Abdullah adalah nabi, terakhir pula, wajar jika memberikan teladan terbaik. Namun, sebagian dari kawan mungkin juga tau, keadaan penerus nabi Muhammad, abu bakar ra, beliau juga meninggal dalam keadaan berpuasa, dalam keadaan sakit juga, dalam keadaan kritis menjelang kematian juga. Begitu pula 2 penerus selanjutnya, setelah ditusuk oleh abu luluah asal Persia, umar alfaruq pun terbaring tak berdaya, kritis. Dan saat hari terakhir dimana ia hidup, ia meninggal dalam keadaan berpuasa. Begitu pula dengan utsman ra, saat pembunuhan ustman terjadi, beliau juga dalam keadaan berpuasa. Dan mereka, menurut sebuah referensi yang saya baca, akan berbuka sama-sama, disurga. Apakah terbesit keinginan kita untuk bergabung bersama mereka, berbuka puasa bersama disurga. Kalau saya sih pengen…
(ya Allah, matikanlah hamba dalam keadaan berpuasa, berbuka bersama ‘mereka’
nantinya aminnn…TT)

Sebagai penambah semangat puasa sunnahnya..
Kalau kita coba hitung, usia saat masing-masing orang yang saya sebutkan diatas meninggal, apakah mereka dalam keadaan muda nan penuh semangat seperti kita, tidak kawan. BAYANGKAN, nabi ketika itu berusia 63 tahun, begitupun abu bakar, usianya kurang lebih sama saat meninggal. Umar dan utsman bahkan lebih tua lagi. Subhanallah, keimanan memang BUKAN FUNGSI WAKTU.

Mari kita coba bedah sedikit lagi. Tahu daerah tempat mereka berada?benar sekali saudara-saudara semua…ARAB, tepatnya madina almunawaroh. Tempat padang tandus, panas, gerah. Suhu ekstrem panas, siangnya membakar. Mungkin yang pernah umroh lebih bisa membayangkan.(doakan yang nulis secepatnya kesana ya). Bersyukur kita yang tinggal di Indonesia, iklim dan cuacanya ‘lebih kondusif’ buat puasa, mungkin sesuai juga dengan tingkat keimanan orang Indonesia yang ‘ngepas’, tidak bermaksud mengeneralisir loh.

Jadi ya, sayang banget intinya, jika kita yang masih muda, sehat jasmani dan rohani, tidak memanfaatkan kesempatan emas ini. Apalagi bagi pemuda, juga pemudi, yang kadang masih labil, galau dan meledak-ledak nafsu dan egonya, puasa sangat dianjurkan untuk dilakukan, sesuai dengan anjuran nabi Muhammad.
Masih banyak sebenernya tinjauan yang ingin diberikan, tapi kelihatannya kawan-kawan juga udah tahu. Seperti keutamaan puasa untuk kesehatan. Manfaat puasa dalam menstabilkan emosi jiwa. Puasa yang bisa nambah kepintaran, dsb, dll. Kalau ga tau, cari tau sendiri ya…

Dan setidaknya, orang yang gemar berpuasa karena Robbnya, mendapat kesempatan khusus untuk masuk surga melalui pintu yang khusus pula, pintu al royyan. Sekali lagi, ini kesempatan emas kawan.

Special for ladies, coba sejenak liat masa depan. Mungkin kedepan tidak bisa kayak sekarang, kalian akan dikenakan amanah-amanah yang mungkin tidak fisibel untuk puasa. Saat hamil misalkan, tentu saja lebih sulit untuk berpuasa, setelah itu menyusui, belum lagi jika tidak dibolehkan oleh suami kalian nantinya. Intinya, manfaatkan waktu sebaik-baiknya terutama untuk puasa. (apalagi yang pengen intensitas hamilnya tinggi,hehehe)
Mudah-mudahan bersambung…

Posted by GATE WAY TO TRULY HEAVEN at 12.56

17/02/10

TANYA KENAPA??? KENAPA TANYA???

Dilubuk hatiku terdalam
Ini yang kupilih penuh keyakinan
Namun kadang bimbang menyerang
Sanggupkah melangkah ku terus berjalan...
Saat badai mendera aku
Hingga rapuh dan goyah
Tiada daya tuk bertahan
Hanya Engkau tempat berpegang...

Sebelum membahas tentang “Maka Nikmat Robbmu manakah yang kamu dustkan”, Alangkah baiknya jika teman semua membaca dan mencoba meresapi beberapa pertanyaan dibawah ini, jawab sejujur-jujurnya dari hati terdalam.
Apakah selama ini teman-teman merasa bahwa semua yang dikerjakan dalam hidup dipersembahkan untuk Allah atau untuk kepentingan yang lain??
Apakah teman-teman yakin bahwa semua yang dilakukan di dunia akan memberikan kehidupan yang terhormat di akherat kelak??
Pernahkah teman merasa agama yang teman anut adalah sebuah pilihan hidup yang telah duputuskan melalui suatu proses pencarian atau sekedar warisan sosial yang hanya mengatur sisi ritual hidup teman semua??
Apakah selama ini teman merasa kuliah di kampus merupakan sebuah ibadah kepada Allah seperti yang teman rasakan saat solat 5 waktu??
Menurut teman semua, mengapa Allah tidak memberitahu jadwal kedatangan ajal kita??
Jika teman diberi pilihan, pada umur berapa merasa tepat untuk meninggal dunia??mengapa??
Jika SEKARANG teman meninggal dunia, apakah teman merasa siap dan cukup tenang menghadapinya??
Jika SEKARANG teman meninggal dunia, apakah teman semua yakin bekal amal teman sudah cukup memadai mengantar ke surga?? Amal UNGGULAN apa yang menurut teman akan mengantarkan ke surga??
Jika SEKARANG teman meninggal dunia, seperti apakah suasana yang teman bayangkan di alam kubur??pernahkah teman bayangkan sebelumnya??
Jika SEKARANG teman meninggal dunia, apa yang menurut teman membuat keluarga, sahabat di kampus menangisi kepergian teman??apakah teman punya jasa tertentu yang membuat mereka kehilangan??
Jika SEKARANG teman meninggal dunia, dosa-dosa apakah yang telah teman lakukan kepada Allah yang sangat ingin untuk diampuni ??
Jika SEKARANG teman meninggal dunia, kesalahan-kesalahan apakah yang teman lakukan kepada keluarga, lingkungan kampus atau masyarakat yang sangat teman inginkan untuk dimaafkan, tetapi tidak sempat teman sampaikan??
Jika SEKARANG teman meninggal dunia, rencana-rencana kebaikan apakah yang belum teman buat dan belum sempat terselesaikan??
Jika SEKARANG teman meninggal dunia, apakah menurut teman akan ada orang yang merasa senang dengan kepergian teman?? Siapa saja mereka?? Megapa menurut teman mereka senang??
Jika anda diberi KESEMPATAN KEDUA kembali kedunia setelah kematian, perbaikan-perbaikan apa saja yang akan teman lakukan??bisakah teman merincinya?? Mengapa menurut teman perbaikan tersebut harus dilakukan??
Semoga setiap pertanyaan dan setiap jawaban yang keluar dari dalam hati teman-teman semua menjadi refleksi untuk menjalani dan menikmati kesempatan hidup yang telah diberikan. Allahu’alam.

Saat hujan basahiku
Penuh lumpur dan noda
Dalam derai air mata
Dengarlah permohonanku...
Berkatilah setiap semangat jiwa
Tuk selalu berjuang dijalan-Mu
Terjagalah hati yang kadang redup
Tertiup angin duniawi
Gemerlap kilauan harta
Terkadang cinta manusia
Yang menyesatkan...selamanya...

Posted by GATE WAY TO TRULY HEAVEN at 06.17

25/01/10

KARENA KITA MAHASISWA KARENA KITA MUSLIM SETIA

Jika perjuangan adalah panjang, maka jangan pernah berhenti sebelum menemukan ujungnya, tapi siapkan kendaraan untuk mempercepat langkah sampai ke tujuan. Jika perjuangan itu berat, jangan minta ringankan, tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya. Jika perjuangan itu pendukungnya sedikit, maka jadilah yang sedikit, karena ia butuh orang-orang terpilih dalam tiap warnanya.


Seorang mahasiswa memiliki kecenderungan untuk bergerak dan berontak terhadap ketidak adilan dan ke-tidakbaik-an yang ada di masyarakat, di topang dengan fisik yang masih mumpuni dan intelektualitas yang melangit mahasiswa menjelma menjadi suatu kekuatan raksasa yang ditangannyalah perubahan bisa digalakan. Itulah sebabnya, kenapa banyak kawan-kawan kita yang rela panas-panasan, teriak-teriak mpe serak, ninggalin kuliah, masang muka ‘tempur’ berjam-jam sampe jadi penggoyang pager-pager berduri di istana (klo ga salah liat kebanyakan pake kuning-kuning,hehe).

Lalu, apa bedanya mahasiswa muslim dengan mahasiswa lainnya???

Apa beda mahasiswa penggoyang pager yang muslim ma yang bukan??

Pandangan hiduplah yang membedakannya kawan, pandangan hidup mahasiswa muslim harus terwujud real dalam bentuk tugas-tugas yang harus dilaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Tugas-tugas itu sejatinya adalah hukum-hukum atau aturan-aturan yang diambil dari nash-nash syara’, yang berkaitan dengan realita sehari-hari yang dijumpai dalam berbagai interaksi yang dilakukan seorang mahasiswa muslim.


Memahami hukum syara’ yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, adalah
suatu kewajiban bagi seorang mahasiswa muslim. Adapun mempelajari hukum syara’ yang tidak berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, adalah fardhu kifayah. Misal, seorang ‘tukang’ insinyur sipil harus paham hukum-hukum syara’ tentang tanah, tentang penyewaan alat-alat berat, tentang gaji tukang dan mandor dan yang lainnya. Seorang dokter wajib memahami hukum syara’ tentang berobat, bedah mayat, abortus, cangkok organ tubuh, kondisi darurat, definisi hidup dan mati, dan sebagainya. Seorang tentara harus memahami hukum tentang jihad, tawanan, perdamaian, perjanjian, harta rampasan perang,dan seterusnya.


Nah, sebagai seorang mahasiswa ITB (bukan mmahasiswa ITB doank c), harus memahami hukum syara’ yang berkaitan dengan kegiatannya sehari-hari sebagai mahasiswa. Disamping itu, seorang mahasiswa muslim adalah seorang muslim (ya iyalah vhe), maka dia harus memahami kewajibannya yang utama dalam kedudukannya sebagai muslim.

Atas dasar itu
lah, seorang mahasiswa muslim setidaknya memiliki 3 tugas utama untuk dilaksanakan:


Pertama
x gan, menuntut ilmu-ilmu yang diperlukan dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat. Tugas ini berkaitan dengan posisi kita sebagai mahasiswa yang aktivitas utamanya sehari-hari adalah belajar. Misal, sebagai mahasiswa sipil ya belajarnya tentang mekanika, dari mekanika tanah sampe mekanika bahan, belajar unsur dari unsur kayu sampai unsur baja, belajar bikin jalan dari tanjakan sampai turunan dan juga ‘plegokan’ dan lainnya.(silahkan teman yang lain deskripsikan belajarnya gimana dan kayak apa).
Dalam hal ini Nabi Muhammad Saw bersabda:
“Menuntut ilmu adalah fardhu bagi setiap muslim.” [HR. Abu Dawud].

Jadi sudah jelas nih kawan, sebagai mahasiswa, maka tugas yang utama adalah belajar dalam rangka meraih ilmu sebagai bekal hidup. Hendaknya tugas ini dilaksanakan semaksimal mungkin sehingga menghasilkan manfaat dunia dan akhirat setinggi-tingginya. (ya Allah, semester ini ipnya turun, semester depan mudah-mudahan dimudahkan,amiiin(sekalian minta doa yang baca notes ni juga))

Kedua
cah, memahami Tsaqofah Islamiyah (ilmu-ilmu keislaman). Tugas ini berkaitan dengan posisinya sebagai seorang muslim yang wajib mempunyai pandangan hidup Islam. Tanpa pemahaman Tsaqofah Islamiyah yang mendalam, sulit dibayangkan seorang muslim akan mempunyai pandangan hidup Islami; sulit pula dibayangkan dia akan dapat berpikir secara Islami dan berperilaku secara Islami. Bayangkan kawan, seorang Sarjana sipil yang tidak paham ilmu-ilmu keislaman, makannya bukan hanya nasi dan ayam doang, aspal dimakan, semen di ‘leg’, baja ditelan (ini sarjana sipil pa sarjana debus ya), menjadi wajar jika kemudian jalan atau bangunan mudah sekali rusak atau ambruk. (ini sekaligus peringatan buat pribadi, calon sarjana sipil,hehe).
Tsaqofah Islamiyah
sendiri adalah berbagai pengetahuan keislaman yang dasar pembahasannya adalah Aqidah Islamiyah. Di antaranya adalah pembahasan Aqidah Islamiyah, ilmu tauhid, tafsir, hadits, bahasa Arab, dan sebagainya.

Tugas kedua ini tak kalah pentingnya dengan tugas pertama.Sebab tugas kedua ini sebenarnya adalah tugas dasar seorang muslim, baik mahasiswa atau bukan. Setiap muslim wajib mempunyai pengetahuan keislaman yang memadai agar dapat menjalani hidup dengan benar sesuai Islam. Jadi, jika tugas pertama di atas tujuannya adalah: saya dapat hidup, maka tugas kedua ini tujuannya adalah: saya dapat hidup dengan benar.Camkan ini !

Jika kawan bertanya, darimana dapat Tsaqofah Islamiyah, jawabnya sangatlah mudah. Sering-seringlah mengikuti pengajian atau baca-baca buku keislaman dan cara lain yang kawan ketahui. Bagi seorang mahasiswa setidaknya memberikan slot minimal 4 sks untuk pemahaman Tsaqofah Islamiyah. Saya yakin, LDK di kampus kawan semua memiliki jadwal tetap dalam hal pengajian atau hal lain yang sejenis. Apalagi di ITB, bejibun banget loh pengajiannya (promosi,,hehe).

Ketiga boy, mengemban dakwah Islamiyah. Tugas ini berkaitan dengan posisinya sebagai seorang muslim sebagai bagian dari umat Islam yang holistik bukan umat islam yang parsial apalagi integral (maap nglantur). Dia harus mempunyai kepedulian terhadap keadaan umat dan harus berjuang untuk mengubah keadaan umat menuju keadaan yang lebih baik. Harus kita akui, keadaan umat sekarang bukanlah keadaan umat yang ideal, ketika banyak umat islam sendiri asing terhadap ajaran agamanya. Namun kita tidak boleh skeptis wal pesimis, karena masa depan adalah milik agama ini. Sebagai eksplanasi, muslim amerika berkembang 100% per tahunnya, artinya jika tahun 2009 ada satujuta muslim maka tahun 2010 ada duajuta muslim, begitu juga dengan muslim eropa yang perkembangannya pesat luar biasa, dst. Di indonesia sendiri bisa kita perhatikan, tahun 80an muslimah yang pake jilbab hanya segelintir orang (ini kata someone), namun lihatlah sekarang, jilbab-jilbab berkibar disetiap sekolah, kampus, pasar dan tentu saja masjid salman (ada 1 yang nyantol ga ya,,,hehe,,.astaghfirullah)). Maka yakinlah kawan, masa depan adalah milik agama ini!!! Tinggal kitanya sendiri, mau jadi bagian yang ikut dalam perubahan yang pasti dimenangkan atau menjadi penonton setia yang hanya bisa tepuk tangan dan angkat topi jika kemenangan sudah diraih.
Oleh karenanya, mahasiswa muslim harus sadar bahwa ia adalah bagian dari umat Islam seluruh dunia. Dia tak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri, sebab sikap egois seperti ini sangat jauh dari nilai-nilai Islam yang menghendaki adanya kepedulian kepada manusia lain.
Di samping itu, Islam telah menuntut setiap muslim untuk melakukan upaya perubahan
bila dia melihat suatu penyimpangan atau kemungkaran. Tidak boleh dia hanya berdiam diri atau berpangku tangan, apalagi pasrah dan menyerah.

Karena itu, mahasiswa muslim wajib ikut turut memikul tanggung jawab perubahan ini yang terwujud dalam bentuk aktivitas mengemban dakwah Islam, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw ketika beliau mengemban dakwah Islam sebagai upaya untuk mengubah masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat Islamiyah.

Saat ini, upaya perubahan seperti ini harus pula dilakukan, karena saat ini pun kita hidup dalam sebuah masyarakat yang tidak
(belum) Islami, yakni masyarakat sekuler yang memisahkan urusan kehidupan dengan agama. Kita wajib mendobrak dan merombak total masyarakat sekuler saat ini menuju masyarakat Islam yang menerapkan Islam secara keseluruhan tanpa kompromi.

Karenanya, tidak pantas seorang mahasiswa muslim berdiam diri menyaksikan kekafiran dan kemaksiatan menggila
dan membabi brutal di seantero jagat, apalagi kemaksiatan yang nampak didepan mata atau didalam kehidupan kampus.Tidak pantas mahasiswa muslim diam saja menyaksikan ideologi kapitalisme yang kafir menguasai dunia. Nabi Saw mencela orang yang hanya berpangku tangan dan diam sebagai syaitan yang bisu. Sekali lagi, syaitan yang bisu. Sudah syaitan, bisu lagi! Na’uzhu billah min dzalik!

Dikaitkan dengan tugas kedua, maka tugas ketiga ini akan mempunyai benang merah
(ovj banget lah) sebagai berikut: jika tugas kedua tujuannya adalah: saya dapat hidup dengan benar, maka tugas ketiga ini tujuannya adalah: saya dan saudara-saudara saya umat Islam dapat hidup dengan benar ! Allahu’alam,..

Dan seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan sebab engkau, maka hal itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit hingga terbenam. (HR Bukhori dan Muslim)

Seperti biasa, diakhir ada motivation lastingnya…

Ketika orang pulas tertidur, kita terbangun

Itulah tantangan

Ketika orang merampas, kita malah membagi

Itulah uniknya

Ketika orang menikmati, kita menciptakan

Itulah rumitnya

Ketika orang mengadu, kita bertanggung jawab

Itulah bedanya

Karenanya tak banyak orang bersama kita disini

Memdirikan imperium kebenaran

ANIS MATTA

Nb: Sebenerya niatnya ada 4 tugas mahasiswa, yang ke-4 adalah mempersiapkan diri (klo bisa ikut serta) buat mencetak calon generasi penerus perjuangan dakwah, tapi takut ngelantur kemana-mana, sensitif banget soalnya (katanya nak KGMC 2008 mo kutan SPN angkatan 10, ide yg bagus tuh, ntar kita bisa bagi malu sama-sama, mesem sama-sama and n***h sama-sama),...^^

Special thanks bwt imam yang udah ngbolehin laptopnya dipinjem,.. Thanks juga bwt yang minggu kemaren ngasih novel tere liye,.. And, maap bwt yg ngrequest HTS ma 3 orang yang boleh dicemburui... lagi males mbahas cinta-cintaan,hehe...

Next Chapter : Maka nikmat Robbmu yang manakah yang kamu dustakan,..

Posted by GATE WAY TO TRULY HEAVEN at 14.55

10/05/08

Smangat ah

manusia tak akan bisa menjadi sempurna
hanya bisa menuju kesempurnaan
dan dalam menuju kesempurnaan
diperlukan waktu yang lama
lama sekali
bahkan mungkin
waktu yang ada tak akan pernah cukup
untuk membuat jadi sempurna

smoga waktu yang lalu
waktu sekarang
dan waktu yang akan datang
senantiasa membuat kita lebih baik

dari masa lalu kita bisa mengambil pelajaran
dari masa kini kita bisa terus bermimpi
dan dari masa depan kita bisa wujudkan impian

Label:

Posted by GATE WAY TO TRULY HEAVEN at 15.03