25/01/10
KARENA KITA MAHASISWA KARENA KITA MUSLIM SETIA
Jika perjuangan adalah panjang, maka jangan pernah berhenti sebelum menemukan ujungnya, tapi siapkan kendaraan untuk mempercepat langkah sampai ke tujuan. Jika perjuangan itu berat, jangan minta ringankan, tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya. Jika perjuangan itu pendukungnya sedikit, maka jadilah yang sedikit, karena ia butuh orang-orang terpilih dalam tiap warnanya.
Seorang mahasiswa memiliki kecenderungan untuk bergerak dan berontak terhadap ketidak adilan dan ke-tidakbaik-an yang ada di masyarakat, di topang dengan fisik yang masih mumpuni dan intelektualitas yang melangit mahasiswa menjelma menjadi suatu kekuatan raksasa yang ditangannyalah perubahan bisa digalakan. Itulah sebabnya, kenapa banyak kawan-kawan kita yang rela panas-panasan, teriak-teriak mpe serak, ninggalin kuliah, masang muka ‘tempur’ berjam-jam sampe jadi penggoyang pager-pager berduri di istana (klo ga salah liat kebanyakan pake kuning-kuning,hehe).
Lalu, apa bedanya mahasiswa muslim dengan mahasiswa lainnya???
Apa beda mahasiswa penggoyang pager yang muslim ma yang bukan??
Pandangan hiduplah yang membedakannya kawan, pandangan hidup mahasiswa muslim harus terwujud real dalam bentuk tugas-tugas yang harus dilaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Tugas-tugas itu sejatinya adalah hukum-hukum atau aturan-aturan yang diambil dari nash-nash syara’, yang berkaitan dengan realita sehari-hari yang dijumpai dalam berbagai interaksi yang dilakukan seorang mahasiswa muslim.
Memahami hukum syara’ yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, adalah suatu kewajiban bagi seorang mahasiswa muslim. Adapun mempelajari hukum syara’ yang tidak berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, adalah fardhu kifayah. Misal, seorang ‘tukang’ insinyur sipil harus paham hukum-hukum syara’ tentang tanah, tentang penyewaan alat-alat berat, tentang gaji tukang dan mandor dan yang lainnya. Seorang dokter wajib memahami hukum syara’ tentang berobat, bedah mayat, abortus, cangkok organ tubuh, kondisi darurat, definisi hidup dan mati, dan sebagainya. Seorang tentara harus memahami hukum tentang jihad, tawanan, perdamaian, perjanjian, harta rampasan perang,dan seterusnya.
Nah, sebagai seorang mahasiswa ITB (bukan mmahasiswa ITB doank c), harus memahami hukum syara’ yang berkaitan dengan kegiatannya sehari-hari sebagai mahasiswa. Disamping itu, seorang mahasiswa muslim adalah seorang muslim (ya iyalah vhe), maka dia harus memahami kewajibannya yang utama dalam kedudukannya sebagai muslim.
Atas dasar itulah, seorang mahasiswa muslim setidaknya memiliki 3 tugas utama untuk dilaksanakan:
Pertamax gan, menuntut ilmu-ilmu yang diperlukan dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat. Tugas ini berkaitan dengan posisi kita sebagai mahasiswa yang aktivitas utamanya sehari-hari adalah belajar. Misal, sebagai mahasiswa sipil ya belajarnya tentang mekanika, dari mekanika tanah sampe mekanika bahan, belajar unsur dari unsur kayu sampai unsur baja, belajar bikin jalan dari tanjakan sampai turunan dan juga ‘plegokan’ dan lainnya.(silahkan teman yang lain deskripsikan belajarnya gimana dan kayak apa).
Dalam hal ini Nabi Muhammad Saw bersabda:
“Menuntut ilmu adalah fardhu bagi setiap muslim.” [HR. Abu Dawud].
Jadi sudah jelas nih kawan, sebagai mahasiswa, maka tugas yang utama adalah belajar dalam rangka meraih ilmu sebagai bekal hidup. Hendaknya tugas ini dilaksanakan semaksimal mungkin sehingga menghasilkan manfaat dunia dan akhirat setinggi-tingginya. (ya Allah, semester ini ipnya turun, semester depan mudah-mudahan dimudahkan,amiiin(sekalian minta doa yang baca notes ni juga))
Kedua cah, memahami Tsaqofah Islamiyah (ilmu-ilmu keislaman). Tugas ini berkaitan dengan posisinya sebagai seorang muslim yang wajib mempunyai pandangan hidup Islam. Tanpa pemahaman Tsaqofah Islamiyah yang mendalam, sulit dibayangkan seorang muslim akan mempunyai pandangan hidup Islami; sulit pula dibayangkan dia akan dapat berpikir secara Islami dan berperilaku secara Islami. Bayangkan kawan, seorang Sarjana sipil yang tidak paham ilmu-ilmu keislaman, makannya bukan hanya nasi dan ayam doang, aspal dimakan, semen di ‘leg’, baja ditelan (ini sarjana sipil pa sarjana debus ya), menjadi wajar jika kemudian jalan atau bangunan mudah sekali rusak atau ambruk. (ini sekaligus peringatan buat pribadi, calon sarjana sipil,hehe).
Tsaqofah Islamiyah sendiri adalah berbagai pengetahuan keislaman yang dasar pembahasannya adalah Aqidah Islamiyah. Di antaranya adalah pembahasan Aqidah Islamiyah, ilmu tauhid, tafsir, hadits, bahasa Arab, dan sebagainya.
Tugas kedua ini tak kalah pentingnya dengan tugas pertama.Sebab tugas kedua ini sebenarnya adalah tugas dasar seorang muslim, baik mahasiswa atau bukan. Setiap muslim wajib mempunyai pengetahuan keislaman yang memadai agar dapat menjalani hidup dengan benar sesuai Islam. Jadi, jika tugas pertama di atas tujuannya adalah: saya dapat hidup, maka tugas kedua ini tujuannya adalah: saya dapat hidup dengan benar.Camkan ini !
Jika kawan bertanya, darimana dapat Tsaqofah Islamiyah, jawabnya sangatlah mudah. Sering-seringlah mengikuti pengajian atau baca-baca buku keislaman dan cara lain yang kawan ketahui. Bagi seorang mahasiswa setidaknya memberikan slot minimal 4 sks untuk pemahaman Tsaqofah Islamiyah. Saya yakin, LDK di kampus kawan semua memiliki jadwal tetap dalam hal pengajian atau hal lain yang sejenis. Apalagi di ITB, bejibun banget loh pengajiannya (promosi,,hehe).
Ketiga boy, mengemban dakwah Islamiyah. Tugas ini berkaitan dengan posisinya sebagai seorang muslim sebagai bagian dari umat Islam yang holistik bukan umat islam yang parsial apalagi integral (maap nglantur). Dia harus mempunyai kepedulian terhadap keadaan umat dan harus berjuang untuk mengubah keadaan umat menuju keadaan yang lebih baik. Harus kita akui, keadaan umat sekarang bukanlah keadaan umat yang ideal, ketika banyak umat islam sendiri asing terhadap ajaran agamanya. Namun kita tidak boleh skeptis wal pesimis, karena masa depan adalah milik agama ini. Sebagai eksplanasi, muslim amerika berkembang 100% per tahunnya, artinya jika tahun 2009 ada satujuta muslim maka tahun 2010 ada duajuta muslim, begitu juga dengan muslim eropa yang perkembangannya pesat luar biasa, dst. Di indonesia sendiri bisa kita perhatikan, tahun 80an muslimah yang pake jilbab hanya segelintir orang (ini kata someone), namun lihatlah sekarang, jilbab-jilbab berkibar disetiap sekolah, kampus, pasar dan tentu saja masjid salman (ada 1 yang nyantol ga ya,,,hehe,,.astaghfirullah)). Maka yakinlah kawan, masa depan adalah milik agama ini!!! Tinggal kitanya sendiri, mau jadi bagian yang ikut dalam perubahan yang pasti dimenangkan atau menjadi penonton setia yang hanya bisa tepuk tangan dan angkat topi jika kemenangan sudah diraih.
Oleh karenanya, mahasiswa muslim harus sadar bahwa ia adalah bagian dari umat Islam seluruh dunia. Dia tak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri, sebab sikap egois seperti ini sangat jauh dari nilai-nilai Islam yang menghendaki adanya kepedulian kepada manusia lain.
Di samping itu, Islam telah menuntut setiap muslim untuk melakukan upaya perubahan bila dia melihat suatu penyimpangan atau kemungkaran. Tidak boleh dia hanya berdiam diri atau berpangku tangan, apalagi pasrah dan menyerah.
Karena itu, mahasiswa muslim wajib ikut turut memikul tanggung jawab perubahan ini yang terwujud dalam bentuk aktivitas mengemban dakwah Islam, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw ketika beliau mengemban dakwah Islam sebagai upaya untuk mengubah masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat Islamiyah.
Saat ini, upaya perubahan seperti ini harus pula dilakukan, karena saat ini pun kita hidup dalam sebuah masyarakat yang tidak (belum) Islami, yakni masyarakat sekuler yang memisahkan urusan kehidupan dengan agama. Kita wajib mendobrak dan merombak total masyarakat sekuler saat ini menuju masyarakat Islam yang menerapkan Islam secara keseluruhan tanpa kompromi.
Karenanya, tidak pantas seorang mahasiswa muslim berdiam diri menyaksikan kekafiran dan kemaksiatan menggila dan membabi brutal di seantero jagat, apalagi kemaksiatan yang nampak didepan mata atau didalam kehidupan kampus.Tidak pantas mahasiswa muslim diam saja menyaksikan ideologi kapitalisme yang kafir menguasai dunia. Nabi Saw mencela orang yang hanya berpangku tangan dan diam sebagai syaitan yang bisu. Sekali lagi, syaitan yang bisu. Sudah syaitan, bisu lagi! Na’uzhu billah min dzalik!
Dikaitkan dengan tugas kedua, maka tugas ketiga ini akan mempunyai benang merah (ovj banget lah) sebagai berikut: jika tugas kedua tujuannya adalah: saya dapat hidup dengan benar, maka tugas ketiga ini tujuannya adalah: saya dan saudara-saudara saya umat Islam dapat hidup dengan benar ! Allahu’alam,..
Dan seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan sebab engkau, maka hal itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit hingga terbenam. (HR Bukhori dan Muslim)
Seperti biasa, diakhir ada motivation lastingnya…
Ketika orang pulas tertidur, kita terbangun
Itulah tantangan
Ketika orang merampas, kita malah membagi
Itulah uniknya
Ketika orang menikmati, kita menciptakan
Itulah rumitnya
Ketika orang mengadu, kita bertanggung jawab
Itulah bedanya
Karenanya tak banyak orang bersama kita disini
Memdirikan imperium kebenaran
ANIS MATTA
Nb: Sebenerya niatnya ada 4 tugas mahasiswa, yang ke-4 adalah mempersiapkan diri (klo bisa ikut serta) buat mencetak calon generasi penerus perjuangan dakwah, tapi takut ngelantur kemana-mana, sensitif banget soalnya (katanya nak KGMC 2008 mo kutan SPN angkatan 10, ide yg bagus tuh, ntar kita bisa bagi malu sama-sama, mesem sama-sama and n***h sama-sama),...^^
Special thanks bwt imam yang udah ngbolehin laptopnya dipinjem,.. Thanks juga bwt yang minggu kemaren ngasih novel tere liye,.. And, maap bwt yg ngrequest HTS ma 3 orang yang boleh dicemburui... lagi males mbahas cinta-cintaan,hehe...
Next Chapter : Maka nikmat Robbmu yang manakah yang kamu dustakan,..

