15/02/11
Pengen masuk pintu itu, Arroyyan...
Bismillahirrahmanirrohim,..
Beberapa waktu kemaren, sempet ngepost juga tentang puasa, karena tuh postingan ceritanya adalah resume, jadi ya ga bisa ditambahin komen-komen seenaknya sendiri. Jadi sekarang pengen sedikit cerita, dari sudut pandang sendirinya tentang puasa, especially puasa sunnah.
Tahukah kawan, nabi Muhammad meninggal dalam keadaan berpuasa?? Dalam keadaan sakit menjelang kematiannya, nabi masih berpuasa. Coba kawan-kawan bayangkan, seseorang yang dalam keadaan ‘kritis’ masih saja bersemangat untuk berpuasa, lah kita yang sehat malah niatan puasa aja ga.
Tapi itukan nabi fer??
Bener banget, Muhammad bin Abdullah adalah nabi, terakhir pula, wajar jika memberikan teladan terbaik. Namun, sebagian dari kawan mungkin juga tau, keadaan penerus nabi Muhammad, abu bakar ra, beliau juga meninggal dalam keadaan berpuasa, dalam keadaan sakit juga, dalam keadaan kritis menjelang kematian juga. Begitu pula 2 penerus selanjutnya, setelah ditusuk oleh abu luluah asal Persia, umar alfaruq pun terbaring tak berdaya, kritis. Dan saat hari terakhir dimana ia hidup, ia meninggal dalam keadaan berpuasa. Begitu pula dengan utsman ra, saat pembunuhan ustman terjadi, beliau juga dalam keadaan berpuasa. Dan mereka, menurut sebuah referensi yang saya baca, akan berbuka sama-sama, disurga. Apakah terbesit keinginan kita untuk bergabung bersama mereka, berbuka puasa bersama disurga. Kalau saya sih pengen…
(ya Allah, matikanlah hamba dalam keadaan berpuasa, berbuka bersama ‘mereka’
nantinya aminnn…TT)
Sebagai penambah semangat puasa sunnahnya..
Kalau kita coba hitung, usia saat masing-masing orang yang saya sebutkan diatas meninggal, apakah mereka dalam keadaan muda nan penuh semangat seperti kita, tidak kawan. BAYANGKAN, nabi ketika itu berusia 63 tahun, begitupun abu bakar, usianya kurang lebih sama saat meninggal. Umar dan utsman bahkan lebih tua lagi. Subhanallah, keimanan memang BUKAN FUNGSI WAKTU.
Mari kita coba bedah sedikit lagi. Tahu daerah tempat mereka berada?benar sekali saudara-saudara semua…ARAB, tepatnya madina almunawaroh. Tempat padang tandus, panas, gerah. Suhu ekstrem panas, siangnya membakar. Mungkin yang pernah umroh lebih bisa membayangkan.(doakan yang nulis secepatnya kesana ya). Bersyukur kita yang tinggal di Indonesia, iklim dan cuacanya ‘lebih kondusif’ buat puasa, mungkin sesuai juga dengan tingkat keimanan orang Indonesia yang ‘ngepas’, tidak bermaksud mengeneralisir loh.
Jadi ya, sayang banget intinya, jika kita yang masih muda, sehat jasmani dan rohani, tidak memanfaatkan kesempatan emas ini. Apalagi bagi pemuda, juga pemudi, yang kadang masih labil, galau dan meledak-ledak nafsu dan egonya, puasa sangat dianjurkan untuk dilakukan, sesuai dengan anjuran nabi Muhammad.
Masih banyak sebenernya tinjauan yang ingin diberikan, tapi kelihatannya kawan-kawan juga udah tahu. Seperti keutamaan puasa untuk kesehatan. Manfaat puasa dalam menstabilkan emosi jiwa. Puasa yang bisa nambah kepintaran, dsb, dll. Kalau ga tau, cari tau sendiri ya…
Dan setidaknya, orang yang gemar berpuasa karena Robbnya, mendapat kesempatan khusus untuk masuk surga melalui pintu yang khusus pula, pintu al royyan. Sekali lagi, ini kesempatan emas kawan.
Special for ladies, coba sejenak liat masa depan. Mungkin kedepan tidak bisa kayak sekarang, kalian akan dikenakan amanah-amanah yang mungkin tidak fisibel untuk puasa. Saat hamil misalkan, tentu saja lebih sulit untuk berpuasa, setelah itu menyusui, belum lagi jika tidak dibolehkan oleh suami kalian nantinya. Intinya, manfaatkan waktu sebaik-baiknya terutama untuk puasa. (apalagi yang pengen intensitas hamilnya tinggi,hehehe)
Mudah-mudahan bersambung…

